Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

KAU TEMUKAN AKU LAGI





Cinta membawa mu ke tempat yang indah..
Cinta juga membawa mu kejurang nista..
Kau boleh mencintai..
Tapi tidak untuk membenci..
Kepada siapa kau bisa salurkan cinta itu?
Tentu saja bukan kepada orang yang salah..
Puisi yang dituliskan oleh Resa seorang mahasiswi semester 4 jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Unpad  yang ia sendiri sangat hoby dalam hal menulis puisi. Yang katanya dengan menulis semua kegundahan hati bisa tersalurkan hingga membuat hati mu menjadi lebih tenang.
Suatu ketika dimana ia bisa bertemu , berbicara dan bercanda dengan sosok lelaki yang ia sukai sejak semester 1 disuatu acara organisasi. Sebut saja namanya Arga, seorang mahasiswa jurusan Ilmu Ekonomi dan satu universitas dengan Resa.
Percakapan kecil dan candaan terjadi di saat acara belum dimulai
Resa : “eh, kamu kok makan semua kuenya sih, kan masih ada yang belum kebagian”
(Hampir saja Arga tersedak ketika Resa berkata mengagetkannya)
Arga: “laper tauu, ni aku balikin dari perut”
Resa: “iiihh jorok banget sih”
(sambil tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Arga yang melahap semua snack yang tersisa)
Hingga hari itu, Resa dan Arga menjadi lebih akrab. Hal yang selalu Resa nanti saat bertemu dengan Arga adalah candaan Arga yang bisa membuat Resa tertawa sekejang-kejangnya.
Tepat pada hari senin, dimana dilapangan terluas di Universitas mengadakan pembukaan acara Unpad Expo. Resa bersama teman-temannya pergi ke sana setelah proses perkuliahan selesai. Tiada yang bisa pungkiri terlalu banyak tempat-tempat yang bisa untuk dijadikan tempat yang bagus untuk berfoto. Sesaat Resa dan teman-temannya asik berfoto Arga datang tiba-tiba bersama teman nya dan diam-diam ikut berfoto dibelakang Resa dan teman-teman Resa. Hingga akhirnya Resa menyadari dan mengajak nya untuk ikutan berfoto.
Hal yang membuat Resa bahagia dimana ia bisa bertemu dengan sosok lelaki yang selama ini ia sukai. Arga mencoba mengajak Resa untuk foto berdua , namun teman-teman tidak mengerti akan hal ini. Mereka mengikuti Resa dan Arga berfoto namun Arga tetap berada disamping Resa. Hal yang membuat Resa bahagia hingga Resa berfikir, apa ini takdir Tuhan. Dahulu ia yang Resa sukai malah menyukai orang lain, dan sekarang ia hadir dikehidupan Resa. Betapa bahagianya hati Resa saat itu.
Selang beberapa hari Unpad Expo, Resa dan Arga selalu bertemu. Resa tidak sendiri, ia ditemani dengan seorang teman yang ia sebelumnya lebih dulu telah dekat dan kenal dengan Arga. Hari itu Resa tidak melihat ke adanya Arga. Hingga Resa berkata kepada Dira
“Dir, kok Arga gak kelihatan di sini ya rindu nih Dir”
Dira menggoda Resa
“cieee, bentar ya Rira coba calling Arga”
Sesaat setelah Dira menelvon Arga, Dira berkata
“sebentar lagi dia kesini kok tenang aja”
Resa kembali membentuk senyum di wajah nya dan menanti kedatangan pangeran yang ia nantikan itu.
Hingga akhirnya Arga datang dan mereka bertemu duduk berdua menyaksikan acara berlangsung di tribun.
Tak terasa hari terakhir Unpad Expo, yang membuat Resa agak merasa sedih karena ia tidak tahu bagaimana untuk bisa bertemu dengan Arga lagi. Walaupun satu kampus tapi hal yang sangat sulit bagi Resa untuk bisa bertemu dengan Arga.
Hari terkahir Unpad Expo , bersama dengan Arga menyaksikan penerbangan balon penutupan acara Unpad Expo. Tidak tinggal, Resa dan Arga kembali mengabadikan moment berdua dengan berfoto. Hingga waktu pun mulai terlalu sore Arga menawarkan Resa untuk pulang
“pulang lagi yuk” (berkata Arga)
“maksudnya ? pulang sama kamu?” (jawab Resa pura-pura tidak peka)
“iya, yuk. Udah terlalu sore ni” (jawab Arga dengan penuh perhatian)
Resa hanya tersenyum dan mengikuti Arga dari belakang menuju parkiran. Dan hingga Arga mengantarkan Resa sampai ke kost Resa. Tidak tinggal kata-kata yang Resa ucapakan kepada Arga setelah sampai di kost an Resa dan Arga pulang.
“hati-hati di jalan ya” (sambil tersenyum kepada Arga)
Arga membalas senyuman Resa.
Tepat malam minggu Resa menerima pesan dari Arga. Kami pun saling melontar perhatian dan pertanyaan. Resa pun menggoda Arga
Resa: “malam minggu ni, gak jalan?”
Arga: “gak ada teman”
Resa: “aku kan ada” (jawab Resa menggoda)
Arga: “emangnya mau jalan sama aku?” (sahut Arga)
Resa hanya tertawa dengan jawaban Arga. namun kembali Arga bertanya
Arga: “emangnya mau jalan sama aku?”
resa: “mmm mau gak ya?” (jawab Resa jual mahal)
Arga: “ya udah gak mau”
Resa: “mau kok kapan?” (sambil tertawa)
Arga: “maunya kapan?”
Resa: “malam minggu depan aja gimana?”
Arga: “oke, mudah-mudahan gak hujan ya” (jawab Arga yang memang saat itu lagi musim nya hujan)
Satu minggu berlalu hingga datangnya malam yang di tunggu-tunggu. Resa mendapat pesan dari Arga
“OTW yaa”
“ok hati-hati ya” (jawab Resa)
Resa menunggu Arga datang dengan perasaan harap-harap bahagia. Hingga Arga kembali mengirim pesan bahwa ia sudah sampai di kos Resa. Jantung Resa berdegup kencang menghampiri Arga dengan tampilan Arga yang selalu Resa tunggu. Tidak tinggal selayar untuk menutupi mulutnya yang merupakan ciri khasnya yang membuat ia terlihat lebih keren.
Resa dan Arga memulai perjalanannya, tidak ada tujuan memang karena Resa telah berkata kepada Arga bahwa dia lebih senang jalan-jalan dari pada harus singgah d suatu tempat. Namun memang Arga mengajak untuk singgah agar bisa lebih leluasa ngobrol, tetap saja Resa menolak dan Arga menuruti keinginan Resa.
Banyak cerita yang Arga ceritakan kepada Resa. Bukan hal yang tidak berguna, namun tepatnya lebih tentang ke silsilah Nabi. Dan cerita tentang agama lainnya, terutama yang lebih ngetrend saat itu ialah cerita tentang syiah. Dimana ia menceritakan kepada Resa dan mengajak Resa ke tempat yang memang telah banyak penduduk syiah tersebut. Salut memang terhadap Arga, ia lebih banyak tahu hal-hal seperti itu dibanding Resa. Yang membuat Resa semakin jatuh hati terhadap Arga. Resa yang banyak tidak mengetahui tentang apa yang diceritakan Arga, namun Arga tetap menjelaskan dengan sabar.
Hingga rintik-rintik hujan pun mulai terasa di tubuh. Arga mengajak Resa untuk pulang, karena ditakutkan akan terkepung hujan. Gombalan Arga terlontar ke Resa.
“sebenarnya sih gak apa kalau terkepung hujan, kan Arga gak sendiri “
Resa hanya tertawa sambil berkata gombal terhadapa Arga. Hingga akhirnya Arga sampai mengantarkan Resa pulang.
Selang beberapa hari setelah malam itu, Resa mengirimkan pesan mengucap kata rindu kepada Arga, namun tidak ada balasan dari Arga. Resa sadar bahwasannya Arga tidak ada pulsa. Setelah hari-hari Resa lalui tanpa komunikasi dengan Arga, membuat Resa berfikir dan merasa cinta hanya sebatas expo. Resa mencoba untuk menghilangkan semua harapan–harapan Resa ke Arga agar Resa tidak merasakan yang namanya galau. Karena di setiap harinya Resa jarang bertemu dengan Arga walaupun satu kampus. Dan akhirnya Resa bisa untuk tidak terlalu berharap dan tidak memikirkan Arga lagi.
Namun tetap, terkadang tanpa sengaja Arga dan Resa bertemu dalam acara organisasi lagi. Di situ lah Resa berharap Arga ada di acara yang sama. Tidak hilang sikap Arga masih seperti dulu kalau bertemu. Disebabkan karena tidak adanya komunikasi dengan Arga, membuat Resa berpaling.
Hingga suatu saat seorang lelaki lain pun datang kekehidupan Resa. Dan Resa kembali menjalin keakraban dengan lelaki lain itu. Namun tidak lama, hanya 2 bulan tepatnya, dan kembali lelaki itu memilih untuk menjauhi Resa dikarenakan ia takut untuk kembali menjalin kedekatan dengan wanita lagi disebab kan trauma nya dahulu. Tidak mengapa bagi Resa, karena Resa selalu mengalami hal-hal seperti ini. walaupun ini hal sulit, kembali Resa untuk menjalani hari-harinya berusaha untuk melupakan semua kenangan manis sesaat dengan lelaki itu.
Dan lagi-lagi setelah lama tidak melihat Arga, akhirnya Arga dan Resa bertemu di saat seseorang meminta Resa untuk memfotokan anggota organisasi lain yang ternyata di sana ada Arga. Tetap saja Arga seperti dulu, setelah Resa memfotokan mereka Arga meminta kepada Resa untuk foto berdua. Sesaat setelah mereka bubar, Arga mengajak Resa untuk ngobrol. Disini hal tidak terduga bagi Resa dikatakan oleh Arga
Arga: “kemana aja, kok gak ada sms lagi?”
Resa: “gimana mau sms, yang jarang punya pulsa siapa? Gak enak tau kalau sms gak dibalas
Arga: “ya Arga sibuk kerja sekarang”
Kembali Resa melontarkan kata-katanya
Resa: “nah, yang jarang punya pulsa siapa? Yang sibuk siapa?
Tetap saja Arga ngotot berkata
Arga: “ya sms aja, pantes lah hilang dengar-dengar ternyata udah ada yang baru, ya kan?
Resa terkejut mendengar pernyataan Arga seperti itu, yang membuat Resa berfikir “apa mungkin selama ini Arga menaruh harapan kepada ku” (tanya Resa dalam hati)
Yang memang selama kedekatan Resa dan Arga tidak ada pengungkapan rasa dari Arga terhadap Resa yang membuat Resa merasa tdak adanya kepastian dari Arga.
Walaupun kenyataan nya itu benar, Resa mencoba untuk menutupi semuanya dengan meyakinkan Arga kalau pernyaaan itu tidak benar. Hingga akhirnya Arga mau percaya dan mendengarkan Resa.
Percakapan panjang terjadi diantara Resa dan Arga, sekaligus pelepasan rindu Resa terhadap Arga. hingga kejadian saat itu, kini Resa dan Arga kembali menjalin komunikasi yang tidak terputus. Walaupun Arga sibuk kerja dan jarang ada pulsa, namun tidak untuk waktu yang lama ia meninggalkan Resa tanpa kabar. Dan Resa kembali seperti dulunya, yang ia tetap mengirimkan pesan kepada Arga walaupun Arga tidak membalasnya.
Bait-bait cinta tertulis kembali dari hati Resa.
ketika kau temukan aku lagi..
disitulah kita berjanji..
untuk saling mengikat rasa..
tanpa harus kembali terpisah..
~ SELESAI ~

KETIKA HIDAYAH MENUTUP AURAT ITU DATANGNYA DARI ORANG TUA




 
suatu ketika..
ketika aku akan menuju suatu fakultas bersamanya sebut saja namanya ica..
seorang anak perempuan dari salah satu orang tua bertanya kepadaku..
“kak,, bagaimana sih jilbab syar’i itu?..”

lantas aku kembali bertanya..
“emang nya kenapa?”

lalu ia pun bercerita..
“ kak, waktu itu ayah ica ada mendengarkan ceramah-ceramah gitu, hingga ia nya berkata kepada ica”
“ca, coba jilbabnya jangan seperti itu lagi (kebanyakan jika seorang perempuan mengenakan jlbab dengan mengenyampingkan sisi kiri kanan ke leher)..”
“begitu ayah ica bilang terhadap ica”

lantas aku kembali bertanya..
“ayah ica baru tau soal itu ?”
ica menjawab
“enggak kk, ayah ica udah lama juga tau tapi ayah ica kemarin-kemarin tidak begitu memperhatikan tampilan ica berpakaian, udah 2 jilbab syar’i ayah ica belikan untuk ica kak”
sontak aku merasa sesuatu yang tidak pernah ku rasa..
dan yang sebelumnya aku pernah membayangkan sosok ica,, akan berubah layaknya wanita sholehah..
aku terus perhatikan perkembangannya hingga ku tau ia bercerita hal itu padaku..

aku menyarankan dan berkata
“sebaiknya jangan langsung jleb panjang ca, soalnya kebanyakan orang yang cepat berubah langsung tanpa tahapan akan cepat  pula untuk melepas kebiasaan baik itu dan kembali pada hal lamanya,, perlahan-lahan aja dulu dimulai dari memanjangkan jilbab menutup dada atau memakai jilbab yang tidak transparan”

“iya sih kak, ibu ica pun berkata seperti itu..

sesaat diperjalanan hingga kami kembali ke fakultas kami..
ica kembali bertanya..
“kak, emang ica pantas ya berpenampilan seperti itu”

akupun hanya bisa menjawab
“berjilbab syar’i itu wajib, masalah sikap perlahan-lahan akan mengikuti gaya jilbab itu”

kita berdoa semoga ica menemukan jalanNya dan aku sebagai saksi perubahannya itu.. :)

TEBAKAN MAUT



disuatu tempat yang keadaan nya tidak bisa diterka ..
banyaakk banget yang duduk di emperan, jualan dikiri kanan depan belakang sepanjaaang perjalanan..
coba deh tebak ini dimana..
rame padet bak air tumpeh dari bak *ups apa yang dibayangin hayo

A : eh kamu dimana?
B : aku disuatu tempat nih
A : ya dimana?
B : di pasar
A : di pasar ngapain?
B : lihat orang jualan :3
A : apasih -_-
B : coba deh ke sini, aku di jalan cahaya menuju hatimu
A : oh oke aku kesana
B : sip di tunggu ya

*keterangan jalan anggap saja jalannya bener ya, bukan buat gombalin si A :D

berapa menit kemudian
A : posisi kamu dimana
B : nih depan kamu
A : lah, ini bukan pasar
B : terus apa?
A : jelas saja ini tempat orang wisudaan , apasiiihh gk lucu banget
B : wah aku lihatnya pasar loh, yuk aku ajakin keliling
B:  tuh kamu lihat , bner yang aku bilang tadi kan
A : eh iya ya kayak pasar gitu, kok keluarganya pada di emperan sih kayak terlantar
B : nah itu dia miris aku liatnya, ntr kamu wisuda jangan bawa orang sekampung kalau kondisi nya kayak gini, mau nyaksiin sanak tercinta wisuda aja harus kayak gtu

waaahh miris ---

- Copyright © 2013 GI-Hirasawa - Hataraku Maou-sama! - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -